About Me

Foto Saya
Pontianak, Kalimantan Barat, Indonesia
Saye, setau saye adalah dare paling beruntung terlahir di kota hantu ini. disini saye benar-benar bisa hidup bermain peran diatas panggung drama manusia yang penuh kepalsuan tipu daya dan angan-angan. sile singgah ke kota hantu ni dan cobe liat lah kote ini. berjalanlah telusuri tiap langkah dengan keringat dan ludah yang menggenangi tiap-tiap mimpi dikota ni. dan bersyukurlah jike dirimu masih bise bemimpi dan melihat mereka bemimpi...

Selasa, 25 November 2008

Remah-remah itu aku


jika hujan dapat menghapus kesedihan
seperti dia menghapus kemarau,
jika hujan dapat memberi bahagia
seperti dia menumbuhkan pepohononan dan memekarkan bunga
tentulah saat ini hatiku tidak hancur luluh
seperti remah-remah roti
yang bertaburan hancur tak karuan,,,
maukah kau menolongku,
untuk memungut dan mengumpulkannya kembali?!

My Sadness B'Day

2 days ago is my 20th birthday. Nothing special in that day..added, nobody really care about me. my best friend forgot my b'day...It hurt me,,,How poor I am...!!!
My boy said that he regreted to know me...He doesn't love me I think,,,I don't know what he said means...in ending,,he said that he regret to know I b'coz I said I wanna to kill myself to end at all everything that happen in my live..
I'm so tired........!!!!!!!! I expect, God will give me the best logic way to get my happy ending in the end of my 20th...:)

Kamis, 09 Oktober 2008

Fucking Boy

hari ini, aku terbangun dengan satu kecupan hangat mentari di kote khatulistiwa yang panas ini. birunya langit menaungi aku dengan kebahagiaan yang melimpah. sinar lembut dari balik bambu mengedip centil padaku...dia berkata "hari yang indah buatmu"...akh, tapi dia lagi-lagi datang dan mengacaukan kebahagiaanku..meracuni pikiranku dengan cinta palsunya,,

Rabu, 08 Oktober 2008

Lihat aku (The Coolest)


Aku tak ingin bermain kata merangkai sajak.

Biarkan saja huruf-huruf itu membuat sendiri bentuknya..

Kata-kata mencari maknanya,

Ah, aku benci menulis kata-kata..

Bukankah lebih indah

Kau baca sendiri senyumku dan memaknainya.

Menyelami mataku dan merasakan detak jantungku

yang tak terjelma oleh huruf-huruf dalam kata-kata singkat yang tergores dalam sajakku.

Perjalanan Kita...(The Coolest)

Hari itu, entah kapan,

Aku berjalan tanpa maksud kearahmu.

Langkah demi langkah menapak penuh ragu tapi ingin tau.

Dan kau hadir dihadapan...

Kemudian, entah bagaimana,

Kita mulai bicara tentang perjalanan.

Tapi, bukan perjalanan kita.

Dan aku mulai dengan simulasi-simulasi kecil membangun cerita,

Aku ingin ke puncak bersama-sama.

Itu butuh proses, kau bilang.

Jalani saja seperti air yang mengalir, ujarmu

Seakan jalanku terbentang,

Tapi, langitku berarak awan ungu biru.

Suatu ketika, waktu berbeda.

Apa kita akan menuju puncak yang sama?

Untuk tau itu semua kita perlu waktu, jawabmu.

Apa kita sudah bisa reseksion? Apa titik ikat kita akan sama?

Belum. Masih banyak kabut. Belum bisa ngompas. Masih harus menunggu sampai kabut pergi, jelasmu.

Jadi, kita harus berhenti, membuat planning dan terus melakukan observasi?

Mau pilih mana? Jalan terus tapi kita tidak tau posisi dan arah yang kita tuju atau berhenti sebentar tapi kita tau posisi dan arah yang kita tuju? Kau menyuruhku memilih.

Aku tidak pernah suka memilih.

Tapi baiklah, kita akan berhenti.

Memanajemen perjalanan kita,

Memproyeksi kemungkinan dan peluang...

Ya, aku mengerti. Sebelum melakukan perjalanan, kita harus membuat perencanaan. Walaupun tidak semua hal akan berjalan sesuai rencana, setidaknya, dengan melakukan perencanaan kita telah akan siap menghadapi segala kemungkinan dan tau peluang yang ada karena telah melakukan observasi terhadap medan. Aku mengerti. Perencanaan itu penting. Baik lah. Kita akan berhenti sampai kabut pergi.




Pergilah

Okt 2007

Mungkin aku memang tak cukup baik untukmu,

Dan mungkin kau memang tak harus bersamaku.

Jika gelap dan malam adalah satu,

Maka juga mungkinkah matahari meninggalkan siang?

Jika laut dan pantai adalah satu,

Maka juga mungkinkah lembah berpisah dari gunung?

Aku tak ingin menjadi fajar diantara malam dan siang, karang diantara ombak dan pasir, kau dan dia...


2007,

Jika hujan dapat menghapus kesedihan seperti dia menghapus kemarau,

Jika hujan dapat memberi bahagia seperti dia menumbuhkan pepohonan dan memekarkan bunga,

Tentulah hatiku tidak akan hancur seperti remah-remah roti yang bertaburan.

Maukah kau menolongku untuk memungut dan mengumpulkannya kembali???

Tentang dia

Mar 23, 2008 (07:44)

Aku takut pada rasa ini,

Dia melambungkan aku terlalu tinggi ke angkasa,,

Aku takut ketika nanti aku tersadar,

Dia menghempaskan aku ke bumi hingga hancur

Seperti debu yang diterbangkan angin..hilang,,

Mar 24, 2008 (21:25)

Apakah kau sadar,

Tatap kita yang bertemu dalam suatu yang asing dan tak bernama,,

Tidakkah kau merasa ombak yang tenang

Dan batu karang menatap setitik suka

Yang kusimpan dalam diam,,,

Mengertikah dirimu saat pelangi melingkar diatas taman hatiku

dan membayangkan mu dalam harap??

Mar 25, 2008

Apakah waktu adalah ukuran absolute sebuah perasaan?

Haruskah aku menunggu seminggu, sebulan, bahkan setahun untuk bisa berkata,

“Aku sayang kamu.”??

Atau,

Kau ingin waktu yang bercerita tentang kita yang tak bernama???

Mar 26, 2008

Mulut ini bisa saja berkata

Bahkan berteriak kau bukan siapa-siapa.

Tapi disini, dalam hati ini,

Meronta menerjang dan bersikukuh kau ada disana.

Betapa bencinya aku harus menahan bendungan kekecewaan yang meluap.

Dan betapa kesalnya aku ketika harus menangis karena kehilanganmu.

Dan betapa sakitnya menggenggam setiap keping kenangan tentangmu yang kini malah menyayat-nyayat hatiku dengan gembira...

Mar 27, 2008 (20:48)

Kau,

Ombak yang selalu menghapus

Sajak-sajak cinta yang ku gores diatas pasir.

Kau,

Air laut yang hadir ketika aku haus

Hingga aku tercekik kekeringan

Dan tak dapat berhenti untuk terus meminumnya..

Mar 28, 2008 (19:03)

Hari ini langitku kelam,

Bintangku ditawan ombak,,

Rinduku teredam gelombang,

Harapku tercekal jarak.

Mar 31, 2008 (17:42)

Aku lupa,

Petang merayap melingkup gelap, malam.

Aku lupa,

Dimana sepotong hati yang kemarin telah kurelakan bersamamu.

Aku lupa,

Luapan kerinduanku yang membuncah berhamburan tak karuan.

Aku lupa,

Hidup dan mu adalah sama.

Bukan milikku.

Aku lupa,

Ucapkan sayang untuk terakhir kalinya padamu...

Apr 10, 2008

Aku tak perduli

Jika bintang tak lagi mau menemani malam,

Dan rembulan bertahan dibalik awan.

Karena aku dapat melihat kerlip bintang dimatamu dan indah bulan disenyummu.